3. Punya preferensi pemimpin sendiri-sendiri tersebut memang nggak dosa. Tapi please, tidak boleh sampai cuma karena ini kalian jadi kehilangan akal sehat Sebenarnya, punya opsi politik masing-masing tersebut nggak dosa lho. Mau pilih paslon nomor 1 kek, nomor 2 kek, terserah, bebas sebebas-bebasnya. Tiap orang tentu punya dalil masing-masing mengapa dukung A dan mengapa dukung B. Yang dosa tersebut kalau hingga perbedaan pandangan politik tersebut malah membawa ke perpecahan. Mirisnya tidak sedikit banget yang hingga mengorbankan pertemanan atau bahkan hubungan keluarga! Serius, ini udah tidak sedikit banget kasusnya. Ya daripada saling hina dan debat nggak jelas gitu –kebanyakan debatnya pun nggak mutu, saling melempar kejelakan paslon rivalnya– ‘kan mending konsentrasi ke memberi sokongan dan mendata program kerja paslon setiap buat “dijual”. Debat prestasi atau proker gitu ‘kan bakal jauh lebih sehat, dibanding saling mengujar kebencian. Emang nggak capek ya marah-marah terus? Sini yang lihat atau baca aja ikut capek lho 🙁 4. Padahal gaduh politik ini akan berlalu guys. Sedangkan hubungan pertemanan atau family yang kalian korbankan tersebut mungkin nggak dapat dikembalikan lagi laksana semula. Toh, aktor-aktor di panggung politik sana tidak sedikit yang dulunya musuhan, tapi kini jadi satu kubu, atau sebaliknya p i n g k a n @nongpingkan siapa tau terdapat group WA atau kelompok atau geng lainnya yg lagi manyun-manyunan krn lain pilihan bikin pilpres nanti, ini terdapat pesen dr temen gue yg pengen gue share ... 3,911 7:29 AM - Oct 14, 2018 6,373 people are talking about this Twitter Ads info and privacy Nyadar nggak sih kalian bila sebenarnya tidak sedikit banget aktor-aktor di panggung politik sana yang kini “musuhan” sebenarnya dulunya “temenan”, atau sebaliknya? Prabowo dulunya ialah cawapresnya Megawati. Fadli Zon dulu jubirnya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI. Amien Rais yang dulu nyapres lawan SBY dan Prabowo, sekarang justeru mesra banget sama Prabowo, dan tidak sedikit lagi lainnya. Please wake up, gaduh politik ini sifatnya sedangkan kok guys. Mungkin aja ketika di sini anda saling benci, pejabat-pejabat politik di sana lagi ngopi dan ketawa-ketawa bareng. Ayo lah, gunakan akal sehatmu, tidak boleh sampai hubungan pertemanan dan keluarga tersebut jadi tumbalnya… 5. Sebelum menyesal sebab pernah “seserius” tersebut sama politik dan akhirnya justeru cuma buang-buang tenaga, mending hatinya diademin dulu yuk. Bersaing secara sehat tersebut lebih nggak buat capek kok~ Penyesalan tersebut selalu datang di belakang guys. Sebelum pada menyesal sebab pernah seserius tersebut sama politik, mending kini mulai tobat deh. Eh, tapi tidak boleh salah mengartikan, bukan berarti anda harus golput lho ya. Punya ‘jagoan’ sendiri tersebut sah-sah aja. Silahkan menyokong paslon kesayangan masing-masing. Tapi ya pulang lagi, mari berlomba secara sehat. Jangan terlampau sensitif gitu, diangkut santai aja~ Nah, gimana? Masih inginkan debat-debat nggak jelas yang malah buat capek sendiri? Daripada bentrok sampai tak waras sih, mending simpan tenaga aja ‘kan…

5 Alasan Kenapa Kita Nggak Boleh Sebaper Itu Soal Politik Part 2

3. Punya preferensi pemimpin sendiri-sendiri tersebut memang nggak dosa. Tapi please, tidak boleh sampai cuma karena ini kalian jadi kehilangan akal sehat

Sebenarnya, punya opsi politik masing-masing tersebut nggak dosa lho. Mau pilih paslon nomor 1 kek, nomor 2 kek, terserah, bebas sebebas-bebasnya. Tiap orang tentu punya dalil masing-masing mengapa dukung A dan mengapa dukung B. Yang dosa tersebut kalau hingga perbedaan pandangan politik tersebut malah membawa ke perpecahan. Mirisnya tidak sedikit banget yang hingga mengorbankan pertemanan atau bahkan hubungan keluarga! Serius, ini udah tidak sedikit banget kasusnya.

5 Alasan Kenapa Kita Nggak Boleh Sebaper Itu Soal Politik Part 2
5 Alasan Kenapa Kita Nggak Boleh Sebaper Itu Soal Politik Part 2

Ya daripada saling hina dan debat nggak jelas gitu –kebanyakan debatnya pun nggak mutu, saling melempar kejelakan paslon rivalnya– ‘kan mending konsentrasi ke memberi sokongan dan mendata program kerja paslon setiap buat “dijual”. Debat prestasi atau proker gitu ‘kan bakal jauh lebih sehat, dibanding saling mengujar kebencian. Emang nggak capek ya marah-marah terus? Sini yang lihat atau baca aja ikut capek lho 🙁

4. Padahal gaduh politik ini akan berlalu guys. Sedangkan hubungan pertemanan atau family yang kalian korbankan tersebut mungkin nggak dapat dikembalikan lagi laksana semula. Toh, aktor-aktor di panggung politik sana tidak sedikit yang dulunya musuhan, tapi kini jadi satu kubu, atau sebaliknya

p i n g k a n
@nongpingkan
siapa tau terdapat group WA atau kelompok atau geng lainnya yg lagi manyun-manyunan krn lain pilihan bikin pilpres nanti, ini terdapat pesen dr temen gue yg pengen gue share …

3,911
7:29 AM – Oct 14, 2018
6,373 people are talking about this
Twitter Ads info and privacy
Nyadar nggak sih kalian bila sebenarnya tidak sedikit banget aktor-aktor di panggung politik sana yang kini “musuhan” sebenarnya dulunya “temenan”, atau sebaliknya? Prabowo dulunya ialah cawapresnya Megawati. Fadli Zon dulu jubirnya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI. Amien Rais yang dulu nyapres lawan SBY dan Prabowo, sekarang justeru mesra banget sama Prabowo, dan tidak sedikit lagi lainnya. Please wake up, gaduh politik ini sifatnya sedangkan kok guys. Mungkin aja ketika di sini anda saling benci, pejabat-pejabat politik di sana lagi ngopi dan ketawa-ketawa bareng.- Agen Judi Online Populer Terbaik Di Indonesia

Ayo lah, gunakan akal sehatmu, tidak boleh sampai hubungan pertemanan dan keluarga tersebut jadi tumbalnya…

5. Sebelum menyesal sebab pernah “seserius” tersebut sama politik dan akhirnya justeru cuma buang-buang tenaga, mending hatinya diademin dulu yuk. Bersaing secara sehat tersebut lebih nggak buat capek kok~

 

Penyesalan tersebut selalu datang di belakang guys. Sebelum pada menyesal sebab pernah seserius tersebut sama politik, mending kini mulai tobat deh. Eh, tapi tidak boleh salah mengartikan, bukan berarti anda harus golput lho ya. Punya ‘jagoan’ sendiri tersebut sah-sah aja. Silahkan menyokong paslon kesayangan masing-masing. Tapi ya pulang lagi, mari berlomba secara sehat. Jangan terlampau sensitif gitu, diangkut santai aja~

Nah, gimana? Masih inginkan debat-debat nggak jelas yang malah buat capek sendiri? Daripada bentrok sampai tak waras sih, mending simpan tenaga aja ‘kan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *